Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Menyusuri Hutan Manggrove Langsa - imaji.live

PELESIR

TRAVEL

Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Menyusuri Hutan Manggrove Langsa
11-11-2017 17:19
Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Menyusuri Hutan Manggrove Langsa

Pengungjung berfoto di kawasan wisata hutan manggrove Langsa. (11/11/2017, Imaji.live/Gilbert Manullang)

IMAJI.LIVE, LANGSA - Menapaki Hutan Manggrove di kawasan Langsa akan membuat seuatu yang berbeda ketika menjelajahi jalan setapak di antara akar-akar manggrove. Memiliki luas lahan ratusan hektar, pengunjung akan ditantang untuk mendekat secara langsung di tengah rimbunnya pohon manggrove yang berakar menjalar. Hutan Mangrove Kuala Langsa terletak di Desa Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tidak sulit menjangkau kawasan hutan mangrove ini, dari Kota Langsa, hanya berjarak sekitar lima kilometer, dapat ditempuh dengan roda empat maupun roda dua, menuju ke arah Pelabuhan Kuala Langsa.

Di dalam kawasan ini terdapat 15 jenis tumbuhan, mencakup dua kelas yaitu Magnoliopsida dan Liliopsida. Hasil analisis, vegetasi menunjukkan indeks keananekaragaman vegetasi berada pada tingkat sedang (H'=3,024). Jenis Nipah (Nipa fructicans Thunb.) memiliki nilai kepentingan paling besar yaitu 97,42, diikuti oleh jenis Bakau Minyak (Rhizophora conjugata L.) sebesar 65,17, dan Lenggadai (Bruguiera parviflora RaxG.) sebesar 29,125.

Hutan Mangrove Kuala Langsa berperan sebagai tempat berlindung dan berkembang biaknya berbagai jenis burung, monyet, mamalia, ikan, kepiting, moluska, reptil, dan serangga dan juga sebagai tempat menyediakan hasil hutan, sebagai tempat wisata alam.

Sepanjang perjalanan dari Kota Langsa menuju wisata alam ini, wisatawan akan menikmati pemandangan alam desa nelayan, begitu sampai di kawasan hutan mangrove sajian pemandangan khas pepohonan mangrove membuat siapapun pasti terpukau. Siapa sangka kawasan hutan bakau menjadi sebuah pemandangan yang sangat indah dan eksotis. Kuala Langsa ini, termasuk dalam wilayah hutan lindung. Sehingga pengunjung yang ingin menyambangi hutan manggrove milik pemerintah kota Langsa ini juga akan diberi suguhan untuk melihat beberapa hutan mangrove atau yang lebih di kenal dengan nama hutan bakau di sekitaran pelabuhan ini.

Di penghujung jembatan hijau ini, pengunjung dapat menikmati hemparan hutan manggrove dari atas ketinggian gazebo yang telah disediakan oleh pengelola. Sungai yang mengalir seperti lengkukan ular dan bentangan pantai Langsa akan terlihat jelas dari gazebo tersebut.

Pemerintah telah membangun lebih kurang 600 meter jalan setapak untuk wisatawan. Targetnya, pemerintah kota itu membangun 1 kilometer jalan di kawasan hutan bakau. Sehingga, semakin ramai pengunjung bisa melintasi jalan tersebut. Fasilitas seperti kantin, kamar mandi, home stay dan gazebo tersedia bagi pengunjung.

Pengunjung dikenakan biaya retribusi sebesar Rp.2.500 per orang masuk ke dalam hutan manggrove. Memasuki pintu utama, pengalaman akan suasana alam akan dirasakan secara maksimal. Monyet-monyet bisa kita jumpai di kawasan manggrove ini. Sepanjang jalan setapak berwarna hijau tersebut juga akan disuguhi dengan suara-suara binatang-binatang yang masih liar.

Juliandi salah seorang penjaga di hutan Manggrove mengatakan akan tingkat antusias warga semakin meningkat sepanjang hari. "Ini belum diresmikan oleh pemerintah kota Langsa, namun untuk pengunjung membludak setia akhir pekan dan hari libur, bahkan di hari biasa pun selalu tidak pernah sepi dengan pengunjung," jelas Juliandi kepada IMAJI.

Juliandi menambahkan,"hutan manggrove ini tidak hanya dijadikan sebagai objek wisata namun kerap dijadikan bagi para mahasiswa dan peneliti untuk meneliti manggrove," tambahnya.

Peran ekosistem manggrove ini sendiri juga sebagai tempat berlindung dan berkembang biak berbagai jenis burung, monyet, mamalia, ikan, kepiting, moluska, reptil, dan serangga dan juga sebagai tempat menyediakan hasil hutan, sebagai tempat wisata alam. Manggrove juga menjadi tempat penyimpanan karbon yang tinggi, penyerap polutan, serta sebagai tempat penelitian dan pendidikan.