Hadiri Munas KAHMI di Medan, Presiden Jokowi Tak Akan Disambut 'Kapet Merah' - imaji.live

NEWS

MEDAN

Hadiri Munas KAHMI di Medan, Presiden Jokowi Tak Akan Disambut 'Kapet Merah'
14-11-2017 16:30
Hadiri Munas KAHMI di Medan, Presiden Jokowi Tak Akan Disambut 'Kapet Merah'

Pengurus Harian KAHMI Medan saat memaparkan alasan penolakan terhadap kehadiran Jokowi dalam Munas KAHMI Ke-10 di Penang Corner Medan.(14/11/2017, Imaji.live/Amelia Murni)

IMAJI.LIVE, MEDAN - Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam rangka membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ke-10, tak akan disambut 'karpet merah' oleh organisasi tersebut. Hal ini didasarkan pada track record presiden yang enggan menggunakan kekuasaannya saat aksi Semangat 212.

Ketua KAHMI Medan, Ahsanul Fuad SH MA mengungkapkan keinginan Jokowi untuk menghadiri Munas KAHMI ke-10 terindikasi adanya intervensi dari pemerintah terhadap jalannya Munas KAHMI dalam hal pemilihan presidium KAHMI periode 2017 - 2022. 

“Ada kawan- kawan yang ikut masuk dalam melancarkan dia (Jokowi) masuk dalam Munas KAHMI. Ini sangat saya sayangkan,” ujarnya kepada media, Selasa (14/11/2017).

Ahsanul Fuad didampingi Pengurus Harian MD KAHMI Medan, Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Umat, Syafiruddin Hamdani Damanik serta Sekretaris, Chairul Munadi SH dan M Idris mengungkapkan KAHMI tidak boleh menjadi bagian orang yang menistakan agama. “Jika Jokowi mau menggunakan kekuasaannya saat itu, maka aksi lanjutan tentu tidak ada. Dan dia kami nilai sebagai pengkhianat perjuangan umat dan semangat 212,” ucapnya.

Karenanya, dia meminta agar KAHMI jangan terjebak kepentingan pragmatis politik. Lantaran, KAHMI harus berada di tengah tengah umat dan untuk umat. “Untuk itu, kita mengajak seluruh majelis daerah dan majelis wilayah untuk bergabung dalam poros umat 212. Melalui poros ini, energi dan semangat 212 harus masuk. Kesadaran akan perlunya pembelaan terhadap umat Islam dan ulama harus menjadi perhatian,” pungkasnya.