Penjilat Penguasa Tak Layak Jadi Pemimpin KAHMI - imaji.live

NEWS

SUMUT

Penjilat Penguasa Tak Layak Jadi Pemimpin KAHMI
14-11-2017 17:35
Penjilat Penguasa Tak Layak Jadi Pemimpin KAHMI

Pengurus Harian KAHMI Medan saat memaparkan alasan penolakan terhadap kehadiran Jokowi dalam Munas KAHMI Ke-10 di Penang Corner Medan.(14/11/2017, Imaji.live/Amelia Murni)

IMAJI.LIVE, MEDAN - Menolak bakal calon presidum hasil seleksi yang berasal dari partai - partai yang berpihak kepada penguasa, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Medan meminta peserta Musyarawah Nasional (Munas) KAHMI lebih selektif.

Sekretaris KAHMI Medan, Chairul Munadi mengatakan peserta jangan coba- coba menjadi penjilat penguasa. "Karena kekuatan umat telah terkonsolidasi untuk meluruskan atau mewujudkan KAHMI yang rahmatan lil alamin,” katanya didampingi Ketua KAHMI Medan, Ahsanul Fuad SH MA, Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Umat, Syafiruddin Hamdani Damanik serta Sekretaris, Idris kepada wartawan, Selasa (14/11/2017).

Kata dia, keberpihakan KAHMI kepada umat harus jelas didudukkan berlawanan terhadap penguasa yang saat ini memang tidak berpihak kepada umat Islam. Terbukti dari penangkapan aktivis-aktivis Islam.

Secara internal organisasi, jelas dia, Munas juga harus taat kepada konstitusi. Proses-proses penjaringan calon presidium KAHMI melalui panitia seleksi tidak diatur dalam anggaran dasar dan inskonstitusional.

“Sehingga pemilihan presidium, baru dapat dimulai setelah tata tertib pemilihan ditetapkan dalam Munas KAHMI. Tata cara di luar penetapan ini adalah ilegal,” jelasnya.

Chairul bilang, KAHMI Medan memandang dalam pemilihan presidium KAHMI, panitia hanya boleh mengajukan bakal calon yang memenuhi kriteria - kriteria ke-Islaman, keumatan, intelektualis dan ke- Indonesian “Dari Kriteria tersebut, nantinya peserta Munas mencari sosok ideal dari pemimpin KAHMI," jelasnya.

Terkait sosok ideal pemimpin, sambungnya, melalui pengamatan KAHMI Medan Anis Baswedan merupakan sosok yang ideal memenuhi kriteria- kriteria tersebut. Karena beliau lahir dari proses perjuangan yang dilakukan oleh umat Islam dari seluruh Indonesia yang saat itu berhadapan dengan rezim penguasa dan perlawanan umat terhadap penista agama. “Dan dia memang sudah dipilih oleh umat dalam suatu peristiwa bersejarah Islam di indonesia,” jelasnya.

KAHMI Medan juga berharap, melalui Munas ini jika mungkin peserta merumuskan bagaimana kepemimpinan yang akan datang.