10 April 2019
Ekspor Indonesia Per April 2019 Turun 10,80 Persen, Impor Naik 12,25 Persen

IMAJI.LIVE, MEDAN - Nilai ekspor Indonesia April 2019 mencapai US$12,60 miliar atau menurun 10,80 persen dibanding ekspor Maret 2019. Demikian juga jika dibanding April 2018 menurun 13,10 persen.

Berdasarkan data badan Pusat Statistik, penurunan nilai ekspor juga terjadi secara kumulatif Januari–April 2019 mencapai US$53,20 miliar. Penurunan tersebut mencapai 9,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2018.

Penurunan terhadap Maret 2019 disebabkan menurunnya ekspor nonmigas 8,68 persen, yaitu dari US$12.981,4 juta menjadi US$11.855,0 juta dan juga penurunan ekspor migas sebesar 34,95 persen dari US$1.140,5 juta menjadi US$741,9 juta.

Penurunan ekspor migas disebabkan turunnya ekspor hasil minyak 9,55 persen menjadi US$117,7 juta dan ekspor gas 49,83 persen menjadi US$446,6 juta, walaupun ekspor minyak mentah naik 47,66 persen menjadi US$177,6 juta.

Sementara itu, tiga provinsi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional pada periode Januari–April tahun 2019 adalah Jawa Barat US$9.690,8 juta (18,22 persen), Jawa Timur US$6.135,7 juta (11,53 persen), dan Kalimantan Timur US$5.548,4 juta (10,43 persen). Ketiganya memberikan kontribusi hingga mencapai 40,18 persen dari seluruh ekspor nasional.

Sebaliknya, nilai impor Indonesia April 2019 terhadap maret 2019 justru naik 12,25 persen yakni mencapai US$15.098,8 juta atau naik US$1.647,7 juta.

Hal tersebut disebabkan oleh naiknya nilai impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar US$714,6 juta (46,99 persen) dan US$933,1 juta (7,82 persen). Peningkatan impor migas dipicu oleh naiknya nilai impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah US$72,6 juta (18,47 persen), hasil minyak US$453,6 juta (45,91 persen), dan gas US$188,4 juta (134,86 persen).


  • TAGS
  • ekspor
  • impor