16 April 2019
Bulog: Stok Beras dan Daging Jelang Lebaran Aman

IMAJI.LIVE, MEDAN - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) menyatakan ramadan hingga lebaran nanti, stok beras dan daging dalam keadaan cukup. Bahkan untuk stok beras sendiri, sampai 6 bulan ke depan aman.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bulog Divre I Sumut, Basirun, Selasa (21/5/2019) malam di sela acara buka puasa bersama. "Stok beras ada 61.000 ton dan sudah tersebar di seluruh wilayah Sumut. Dengan jumlah stok sebesar itu mampu memenuhi kebutuhan sampai 6 bulan ke depan bahkan lebih. Karena operasional kami di bulan-bulan biasa hanya 3.000 sampai 5.000 ton. Artinya kalau digelontorkan 15.000 ton pun satu bulan gak ada masalah,” katanya.

Sedangkan untuk stok daging beku, lanjutnya ada sebanyak 15 ton di gudang. Bahkan stok daging beku perjalanan dari Jakarta jadi total semuanya ada 43 ton. "Jadi stok daging beku sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat maupun kebutuhan paket sembako di pasar murah. Begitu juga dengan stok minyak goreng ada 60.000 liter,”ucapnya.

Saat ini, sambung Basirun pihaknya juga fokus pada paket-paket sembako yang bekerja sama dengan pihak instansi dan gelaran pasar murah. Paket-paket tersebut yang berisikan beras premium dan medium, gula, tepung dan daging beku.

"Pasar murah juga akan kita gelar yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumut bersama BI pada tanggal 24 Mei jam 8 pagi. Di mana paket-paket itu kami (bulog) yang menyediakan. Dalam pasar murah ini juga ada mobile untuk penukaran uang jadi masyarakat yang butuh uang dan yang mau belanja sembako itu ada di kantor gubernur tepatnya Halaman Balai Kota, Kantor Gubernur Sumut,” terangnya.

Sementara itu untuk produk lain pihaknya sudah berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), kemudian Satgas Pangan, BI khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan serta harga di pasar.

“Tentunya momen tahunan ini kami imbau masyarakat bahwa pasokan kita cukup sehingga tidak perlu masyarakat panik kemudian memborong kebutuhan yang kadang bisa menyebabkan stok berkurang jadi harga makin naik," katanya.