24 Januari 2019
Daging Tikus Jadi Primadona Warga Desa Kumarikata

IMAJI.LIVE, MEDAN – Orang Indonesia saat disebutkan makanan dari daging tikus pasti menimbulkan rasa jijik dan enggan untuk menyantapnya. Lain halnya di India, daging tikus justru menjadi incaran ketimbang daging jenis lainnya seperti ayam, sapi, atau babi. 

Tepatnya di Kumarikata. Desa yang berada di Tamulpur Tehsil, Nalbari, Assam yakni wilayah yang berada di timur laut India. Desa ini mirip dengan Kota Manado yang terkenal dengan sajian kuliner ekstrem. 

Dilansir dari Channel NewsAsia, para pedagang menjajakan ratusan tikus di Pasar Kaget yang buka setiap hari Minggu. Tikus-tikus itu merupakan hasil buruan petani lokal yang ada di perkebunan mereka.  

Hewan pengerat tersebut diburu pada malam hari selama musim panen dengan perangkap yang terbuat dari bambu. Dalam satu malam, mereka bisa menangkap tikus-tikus sekitar 10-20 kg. 

"Kami menaruh jebakan di ladang saat tikus memakan padi rakyat," kata Samba Soren, seorang penjual tikus di Kumarikata, kepada AFP. 

Di pasar tersebut, tikus dalam keadaan utuh dijual bebas. Ada juga yang sudah direbus dan dikuliti. Biasanya, pengolahan daging tikus dilakukan dengan cara dibakar dengan tambahan rempah-rempah atau saus. 

Tikus telah menjadi sumber pendapatan yang berharga bagi masyarakat setempat yang didominasi oleh suku Adivasi untuk memenuhi kebutuhan bekerja di kebun teh Assam. 

Satu kilogram daging tikus dijual sekitar 200 rupee atau sekitar Rp39.600. Harga ini sama dengan sekilo daging ayam dan babi.


  • TAGS
  • daging tikus
  • india